Tags

Random Posts

randomposts

Recent Posts

recentposts

Hai Perempuan, Apa sih Hari Ibu di Indonesia itu?

35 komentar

Hari ibu

Hai Perempuan, Apa sih Hari Ibu di Indonesia itu?

22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu, yakni hari Nasional yang bukan hari libur, dalam Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tertanggal 16 Desember 1959.


Saya menuliskan tentang hari ibu ini, tergelitik dari status beberapa orang di media sosial saya, yang bersedih karena merasa tidak berhak merayakan hari ibu. Ada yang beralasan karena ibunya sudah tiada, ada pula yang merasa tak memiliki ibu yang pantas untuk diberi ucapan "Selamat hari Ibu". Bahkan ada pula yang tak menganggap hari ibu ini ada, karena belum menjadi seorang ibu atau istri.


Apa sih hari Ibu di Indonesia itu?


Secara harfiah, hari ibu tentu diperuntukkan kepada seorang ibu. Ibu dalam artian wanita yang sudah memiliki anak. Sederhananya, hari ibu dimaknai sebagai momen ucapan "selamat" dari anak untuk ibunya. Ini tentu tidak salah. Namun akan lebih tepat pemaknaannya jika kita tahu sejarah dan tujuan pembentukan hari ibu itu sendiri. Terutama di Indonesia.


Baca juga: Ibu, Sepenggal Rasa Tentangmu


Secara global, hari ibu lahir berawal dari organisasi Ann Revers Jarvis, Amerika Serikat, yang merayakan hari ibu pertama kalinya pada tahun 1850. Sehingga menjadi populer perayaannya, kompas/22/12/20.


Awalnya, hari ibu ada sebagai ungkapan berkabung untuk para istri yang ditinggal mati oleh suaminya, pada saat perang dunia. 


Tidak hanya di Amerika Serikat, Perancis, Thailand, Polandia, India, Malawi dan Qatar juga memiliki hari khusus perayaan hari ibu.


Sementara di Indonesia sendiri, hari ibu lahir berlandaskan sejarah perjuangan perempuan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan.


Bermula dari kongres Perempuan Indonesia Pertama tahun 1928, kemudian dibentuklah organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI). Lalu pada 1929, Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Tahun1935, diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres tersebut berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia. Menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya. Barulah Tahun 1938, dalam kongres Perempuan Indonesia III di Bandung, ditetapkan 22 Desember sebagai hari Ibu, tribunnews/22/12/20.


Hari ibu mengingatkan kita agar tak ada diskriminasi lagi terhadap peran perempuan Indonesia dalam rumah tangga dan ranah publik.  Karena perempuan juga berperan penting dalam kemajuan bangsa.


Logo hari ibu

Tahun ini perayaan hari ibu mengusung tema Perempuan Berdaya Indonesia Maju.


Memiliki makna bahwa hari ibu adalah untuk seluruh perempuan Indonesia. Karena dari sejarahnya kita dapat paham, hari ibu diperuntukkan pada seluruh perempuan Indonesia yang harus ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan, kesejahteraan dan menjaga martabat bangsa.


Baca juga: Ibu, Guru Pertama yang ditiru Anak


Melalui hari ibu, sesungguhnya kita mengenang jasa pejuang perempuan Indonesia. Seharusnya menjadi cerminan kebaikan untuk ditiru. Menjadi motivasi diri agar mampu menjadi perempuan Indonesia yang terus berjuang untuk kehidupan lebih baik, demi kemajuan bangsa. Bukan sebatas mengucapkan "Selamat hari Ibu" Kepada ibu kita. Lebih dari itu, ucapkan SELAMAT HARI IBU bagi teman perempuanmu, tetangga perempuanmu dan dirimu sendiri wahai perempuan Indonesia.


Saya pun mengucapkan dengan tulus, SELAMAT HARI IBU untuk diriku sendiri dan untuk semua Perempuan Indonesia. Kita berhak hidup bahagia. Kita berhak dan harus berdaya. Karena masa depan anak-anak, masa depan negara, ada di tangan kita.


Baca juga: Super Mom: Ada Cinta, Tulis & Harapan di Hatinya





Related Posts

35 komentar

  1. Tapi kebanyakan di tgl 22 des org lbh fokus utk bilang makasjh kepd orang tua perempuan dibandingkan sjrah dr hri ibu itu sendri ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak salah sih Mbak. Karena Ibu wanita yang berjuang juga. Tapi gak khusus harus buat ibu aja. Kalau gak punya ibu jangan sedih. Jadi kaya hari ibu tu hari menyedihkan. Ucapkan selamat hari ibu, dan harus lebih semangat untuk diri sendiri ��

      Hapus
  2. Kudu paham ya tentang sejarah Hari Ibu
    Supaya kita lebih bersyukur, bersemangat dan mencintai diri kita juga.
    Yeayyy!

    BalasHapus
  3. Kepada kaum perempuan, di Indonesia sudah jamak menggunakan istilah "ibu" terlepas sudah pernah bersuami atau mempunyai anak atau belum. Dan pastinya Hari Ibu berbeda dengan Mothers Day.
    Lewat komen ini saya juga pengin mengucapkan "Selamat Hari Ibu" kepada mba Deris dan semua ibu yang sempat membaca komen ini :)

    BalasHapus
  4. Selamat hari perempuan, selamat hari ibu. Ibu adalah panggilan untuk perempuan baik sudah menikah ataupun belum di Indonesia. Panggilan Miss atau Nona di Indonesia agak kurang lazim kecuali dalam bentuk dokumen atau tulisan formal. Tapi sehari-hari, perempuan belum menikah pun dipanggil "Bu". Hari Ibu juga berlaku bagi perempuan yang belum memiliki anak, atau memang tak bisa memiliki anak karena keadaan--dengan alasan yang sama: panggilan Ibu adalah panggilan untuk perempuan dewasa. So, selamat merayakan hari ibu buat semua perempuan. Semoga perempuan makin berdaya.

    BalasHapus
  5. wah aku baru tahu nih mbak deris, hari ibu adalah perempuan juga yaa..intinya kita selalu bersyukur apa yang dikasih sama Allah dan menjalankan perannya sebaik mungkin

    BalasHapus
  6. Selamat hari ibu, walau tiap hari harusnya selalu jadi hari ibu, karena tanpa ibu rumah bagai tanpa nyawa (hihi)

    BalasHapus
  7. Masih rancu ya tentang Hari Ibu. Orang lebih sering mengingat sebagai Hari Ibu, khusus untuk yg sudah jadi ibu. Padahal sejarahnya adalah untuk perempuan Indonesia, engga melulu sebagai ibu.

    BalasHapus
  8. Selamat Hari Ibu Mom Deris. Kalo baca dari sejarahnya, kita bersyukur banget ya hidup di masa sekarang. Masa dimana seorang perempuan sudah diberi kebebasan untuk berkarya dan bersuara walaupun belum terasa di semua kalangan

    BalasHapus
  9. Bicara hari ibu memang g bs dilupakan dari sejarah kongres perempuan di zaman pergerakan nasional ya mbak

    BalasHapus
  10. Menjadi Ibu kerap dipandang sebelah mata oleh banyak pihak.
    Semoga Hari Ibu mengingatkan kita semua untuk senantiasa menghormati dan menghargai para Ibu di manapun berada.

    BalasHapus
  11. Setiap hari adalah hari ibu. Saya baru tahu sejarahnya. Makasih Mbak

    BalasHapus
  12. Hari ibu bisa jadi bentuk dukungan juga bagi sesama perempuan untuk saling menguatkan. Selamat hari ibu untuk seluruh ibu dan calon ibu di manapun berada. ..

    BalasHapus
  13. Ibu emang jasanya luar bisa bagi kita. Tapi mirisnya, ada yang cuma bilang makasih di sosmed, tapi ga langsung ke orangnya, bahkan ada yang masih ga menghargai ibuk

    BalasHapus
  14. Setuju, sebagai ibu perayaan hari ibu juga ditujukan untuk diri kita sendiri. Sebagai motivasi diri
    Dan benar jika kita berhak hidup bahagia. Kita berhak dan harus berdaya. Karena masa depan anak-anak, masa depan negara, ada di tangan kita. Selamat Hari Ibu!

    BalasHapus
  15. Aku baru tahu Mba sejarah Hari Ibu itu ternyata awalnya untuk para isteri yang ditinggal perang. Kebayang sih rasanya ditinggal suami tanpa tahu bakal pulang selamat atau enggak. Dengan adanya peringatan Hari Ibu bisa saling menguatkan ya Mba.

    BalasHapus
  16. Kalau menilik sejarah terciptanya Hari Ibu di Indonesia, malah lebih kepada usaha persamaan hak antara perempuan dengan laki-laki ya, dalam artian tidak ada diskriminasi lagi terhadap perempuan ketika di ranah publik.

    BalasHapus
  17. kalau dari sejarahnya kayaknya lebih pas jadi hari perempuan indonesia ya jadinya.

    BalasHapus
  18. selamat hari Ibu buat kita semua. Terima kasih sudah menjelaskan ulang sejarah dari adanya hari Ibu, mbak :)

    BalasHapus
  19. Selamat Hari Ibu juga untuk mbak Deris dan untuk diriku sendiri, hihi
    baru tahu nih kalau hari ibu bermula dari organisasi Ann Revers Jarvis, Amerika Serikat. Ku kira dari pejuang perempuan Indonesia, eheheh

    BalasHapus
  20. Perempuan memang makhluk yang spesial. Perempuan dihadapkan pada pilihan berat di usia 20 atau 30an untuk mengambil peran ibu atau tidak. Dan peran tersebut butuh banyak sekali pengorbanan dan bahkan resiko.

    BalasHapus
  21. Kalau bagiku, hari ibu tidak berarti harus dirayakan. Atau juga ndak harus diberi kata selamat hari ibu ya.. buatku lebih kepada makna si mbak. Jadi meski nggak mengucapkan selamat, kita harus tahu bahwa ibu adalah segalanya, bahkan untuk perjuangannya.. bisa dibilang lebih dari bapak atau ayah. Jadi pas momen hari ibu, seraya jadi lecutan buatku untuk menjadi ibu yang lebih baik, dan menghargai ibu di rumah yang telah berusaha merawat dengan baik. Makasih udah diingtkan..

    BalasHapus
  22. Jadi maknanya berbeda ya kalo Hari Ibu sama Mothers Day. Yang dimaksud di Indonesia ditujukan ke perempuan bukan hanya yang sudah punya anak aja. Btw, aku jadi salfok sama banner di bawah hehe. Selamat ya Mbak bisa ikut kelas growthing. Semangat!

    BalasHapus
  23. Semoga di indonesia hari ibu bukan hanya hari mengucapkan "selamat hari ibu" namun disertai doa dan aksi nyata kasih sayang anak kepada orang tua

    BalasHapus
  24. Wah sy baru tau sejarahnya hari Ibu ni Mbak Deris
    Kalau sy pribadi yang membuat gimna gitu tentang hari Ibu adalah banyaknya dari orang yang ramai2 mengucapkan hari Ibu di sosmednya pdhl di dunia nyatanya belum tentu juga apalagi ibunya v pnya sosmed

    BalasHapus
  25. Kalau saya sih nggak ada hari khusus untuk hari Ibu.

    Tapi semua hari adalah hari Ibu, karena kita harus selalu memulyakan Ibu kita setiap saat, kalau nggak mampu membantu dalam hal materi ya wajib hukumnya selalu mendoakannya setiap waktu.

    BalasHapus
  26. Baru tahu nih sejarah Hari Ibu. Ibu yang multitasking mengerjakan semua pekerjaan yang kadang merelakan kepentingan pribadinya. Selamat hari Ibu juga mba

    BalasHapus
  27. baru tahu dengan jelas ini sejarah Hari Ibu
    selamat Hari Ibu (meski telat) semoga kita bisa menjadi Ibu yang baik buat anak-anak yang menjadi aset masa depan bagi semua.

    BalasHapus
  28. Selamat hari ibu, Mbak. Buat mbak, untuk aku dan untuk semua ibu di dunia. (Gak papa ya telat, kan setiap hari bisa jadi hari ibu hehheheh)

    BalasHapus
  29. Selamat hari ibu, Mbak. Buat mbak, untuk aku dan untuk semua ibu di dunia. (Gak papa ya telat, kan setiap hari bisa jadi hari ibu hehheheh)

    BalasHapus
  30. Setuju Mbak. Hari ibu itu untuk semua perempuan bukan untuk yang sudah jadi ibu aja. Semoga semua perempuan selalu happy dan terus semangat.

    BalasHapus
  31. Baru tau sy kalau sejarah hari ibu tuh seperti ini.
    tp kayaknya malah lbh cocok jd hari perempuan aja. Hehehe
    Tapi, bagiku setiap hari adalah hari ibu. Krn setiap ibu itu istimewa kapan pun.

    BalasHapus
  32. Walaupun tidak lagi memiliki ibu, tapi tetap bisa merayakannya kok dengan menyampaikan doa kepada Allah Swt sebagai hadiahnya

    BalasHapus
  33. Setuju nih Mbak. Selama ini euforia hari Ibu memang baru seputar apresiasi untuk Ibu dari anak-anaknya.
    Jarang sekali yang mengangkat isu perjuangan perempuan terkait asal usul sejarah keberadaan hari Ibu tersebut.
    Selamat Hari Ibu Mbak Deris...

    BalasHapus
  34. Baru tau saya sejarahnya hari ibu

    Ibu itu memang sosok yang luar biasa hebat takkan terkatakan lagi kesuperan seorang ibu

    Dan sangat setuju kalo hari ibu diberikan pada seluruh perempuan bukan hanya ditujukan pada seorang ibu saja

    BalasHapus

Posting Komentar


Forum Lingkar Pena Palembang

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Palembang Kumpul

Follow by Email