5 Hal yang harus ada pada Pasangan

5 Hal yang harus ada pada Pasangan
5 hal yang harus ada pada pasangan ➖ Mencintai dan dicintai adalah sesuatu yang normal dalam kehidupan. Bertemu, berinteraksi kemudian tumbuh perasaan ingin lebih dekat, ingin lebih mengenal. Itu lah mengapa Tuhan memberikan rahmat dengan ikatan pernikahan. Sebagai wadah suci memenuhi hati dan hari-hari dengan sakinah (rasa tentram), mawaddah (cinta dan kasih), Rohmah (rahmat).

Tapi ternyata, pernikahan bukan hanya soal cinta dan bahagia, melainkan sebuah perjuangan panjang. Sudah seharusnya dua insan yang berkomitmen untuk menikah, memiliki visi dan misi pernikahan yang jelas. Meski jauh ke depan, namun satu pandangan dan satu cara menggapai semua impian tersebut, akan memuluskan perjalanan pernikahan nantinya.

Seharusnya, visi dan misi pernikahan bukan hal yang aneh. Apa lagi untuk muslim yang tujuan akhir kehidupan adalah akhirat. Terlebih karena memiliki tanggungjawab penerus generasi yang sholeh dan sholehah. Namun masih banyak yang abai, masih ada saja yang tidak menganggap kedua hal ini perlu.

Menikah ya menikah saja. Suami adalah pemimpin dan istri wajib patuh pada suami. Soal mau dibawa kemana pernikahan itu nantinya? Tidak masalah. Jalani saja, yang penting cinta. Sehingga banyak benturan yang kemudian dengan mudah memutuskan ikatan sakral pernikahan.

Setelah menikah lalu apa? Saling mengenal satu sama lain. Saling memahami, memaafkan dan mengingatkan pada kebaikan. Secara umum, demi kelanggengan pernikahan, 5 hal wajib ini harus ada pada pasangan. Nomor 5 paling utama.

1. Pengertian

Bahasa halusnya mau memahami satu sama lain. Kalimat "Aku ngerti kamu" Akan lahir jika seseorang mau berusaha untuk memahami duduk persoalan. Mau berpikir dan ikut merasakan perasaan seseorang dengan pola pikir dan cara pandang yang berbeda.

Hal ini akan sangat sulit dilakukan bagi seseorang yang bahkan tak mampu mengendalikan rasa egoisnya. Selalu berpikir berpusat kepada AKU. Memang memahami seseorang, terlebih pasangan hidup bukan hal gampang. Akan tetapi jika sama-sama mau menjauhkan ego, rasa pengertian akan menjadi kunci penyelesaian dalam banyak persoalan antar pasangan.

2. Kepedulian (empati)

Ada pasangan yang melupakan rasa kepedulian (empati) satu sama lain. Entah karena sibuk, atau masing-masing mengklaim diri sebagai orang yang cool. Tapi menurut saya, se-cool apapun orang, kalau sudah berkaitan dengan peduli dan empati, seharusnya bisa menjadi hangat. Karena setiap manusia punya hati nurani.

Kepedulian dan rasa empati yang saya maksud adalah mau memahami kesulitan suami atau istri dalam menjalani perannya masing-masing.

Suami lelah bekerja di luar rumah, sudah seharusnya istri menyambut dengan senang hati, menyiapkan semua kebutuhannya hingga ia merasa nyaman di rumah. Rumah adalah tempat terbaik untuk pulang.

Begitu juga ketika istri kerepotan mengurus anak atau tengah kelelahan merapikan rumah. Alangkah baiknya jika suami turun tangan membantu. Sesungguhnya tidak ada pekerjaan yang terkotak-kotak: tugas suami, tugas istri dalam mengurus rumah tangga. Karena kapal itu milik berdua dan harus diurus berdua pula.

Saya sering tidak habis pikir melihat lelaki yang merasa alergi, merasa jatuh harga diri jika membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Padahal di mata saya, lelaki yang demikian malah lebih pantas disayang dan dihormati.

Ada lagi yang tidak mau mengurus saat pasangan sakit. Lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan lain, misalnya. Padahal momen pasangan sakit, adalah saat yang paling tepat menunjukan rasa empati dan kepedulian.

3. Kasih sayang

Hidup bersama bertahun-tahun, tidak bisa menjadi parameter teguhnya ikatan cinta dan kasih sayang pasangan. Karena ternyata, ada pasangan yang hanya bertahan demi ini dan itu: untuk anak, untuk kelangsungan hidup, menjaga pandangan dan penilaian orang lain. Dasar yang hambar sekali.

Kasih sayang itu harusnya sesuatu yang tak lekang dalam kehidupan pernikahan. Kasih sayang harusnya tak luntur sebagaimana ikrar janji suci pernikahan.

4. Kegigihan

Kegigihan ini berkaitan dengan kegigihan mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Termasuk kegigihan dalam berjuang mencari nafkah. Bagaimanapun suami adalah tulang punggung bagi istri dan anak.

Sementara untuk perempuan, kegigihan untuk membantu menambah penghasilan juga tidak salah. Asal tetap melakukan kewajiban dasar sebagai istri dan ibu.

5. Ketaatan

Dari empat hal yang saya bahas pada poin sebelumnya, KETAATAN adalah kunci segalanya.

Baca juga: Kolektif Advokat, Solusi Pengaduan Kekerasan Seksual oleh Justitia Avila Veda

Saya menginginkan pasangan saya taat kepada Allah SWT. Sejak awal menikah itu sudah menjadi kriteria utama saya. Dimulai dengan yang benar, dijaga dengan baik dan berakhir pada yang tepat pula.

Jika lelaki taat, maka ia akan belajar semua hal yang tidak ia tahu. Bagaimana mencintai pasangan, bagaimana mendidik anak, bagaimana Islam mengajarkan semuanya secara lengkap dan mendetail.

Jika perempuan taat, ia akan menjadi ibu yang sholeh. Taat pada suami yang sholeh. Menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya. Sungguh, ketaatan adalah sumber kesejiwaan dalam pernikahan. Penentu visi dan misi yang satu.


Semoga kita menjadi orang-orang yang taat kepada Allah SWT. Sehingga diberi nikmat pernikahan yang berakhir pada syurgaNYA. Aamiin.

Komentar

  1. setuju sekali kak, ketaatan kepada Allah adalah kunci ya. kita memang harus saling mengingatkan pada pasangan kita agar terus taat serta saling menyayangi ya

    BalasHapus
  2. Surga dunia bangettt pastinya kalo.punya pasangan yg mengajak kita utk makin mendekat pd Allah ta'ala.
    Makasi artiklnya ya mba

    BalasHapus
  3. Setuju Mbak. Kelima hal tersebut menjadi sesuatu yang harus ada, supaya bisa bertahan di segala kondisi. Jika kelima hal tersebut tidak ada, memang sebaiknya diakhiri saja. Iya nggak sih?

    BalasHapus
  4. MashaAllah~
    Point ketaatan kepada Allah ini yang menjadi segala jawaban mengenai kedekatan hubungan suami dan istri. Semoga dengan semakin mendekatkan diri dalam kebaikan, pasangan juga dimudahkan untuk tetap saling setia, saling menjaga hingga sama-sama tutup usia.

    Barakallahu fiik~

    BalasHapus
  5. Bener banget mba, semua hal di atas sangat mendukung keluarga yang harmonis. Sebagai dua orang yg beda latar tentu bukan hal sepele untuk menyatukannya dibutuhkan banyak sekali empati dan saling pengertian, apalagi tuh kalau dah cekcok, amblas, mesti segera dibenahi dengan lapang dada.

    BalasHapus
  6. MasyaAllah ketaatan emang jadi pangkal segalanya ya mbaa. susah kalo punya pasangan yang ngga taat dengan agama, karena sudah pasti dia juga akan jauh dari ajaran2 kebaikan

    BalasHapus
  7. Sejatinya pernikahan itu bukan akhir dari sebuah kisah cinta, tapi justru awalnya ya, Kak. 🥰🥰

    BalasHapus
  8. Saya belum menikah dan postingan di atas bisa menjadi referensi untuk masa depan. Menikah bukan cuma cari bahagia ya, Mbak, tapi saling memahami dan menghargai dengan pasangan. Ini yang harus dipelajari seumur hidup.

    BalasHapus
  9. Setuju ketaatan adalah koentji! Karena merupakan sumber kesejiwaan dalam pernikahan dan menentukan satu visi dan misi

    BalasHapus
  10. Ah iya setuju ya mbak
    Lima hal penting ini emang harus ada dalam diri pasangan
    Biar hubungan makin harmonis

    BalasHapus
  11. Selain 5 kriteria itu harus ada dal pasangan, kita juga harus berdoa agar diberikan pasangan yang bisa mengantarkan kita menuju kebaikan

    BalasHapus
  12. Wah jadi rindu pak su kalau gini.. semoga Allah mudahkan kami jadi pasangan seperti ini meski masih banyak Ujian

    BalasHapus
  13. Perjalanan berumah tangga ibaratnya pembelajaran seumur hidup, ada fase-fase yang kadang pahit tapi harus dilalui. Aku aja yang sekarang masuk 21 tahun masih berusaha agar segala sesuatunya bisa seimbang, tetap berusaham menyesuaikan diri meskipun memang diusia perkawinan ini ada banyak hal yang mulai berkurang temperaturnya.

    BalasHapus
  14. Aamiin yra...MasyaAllah pernikahan itu adalah ibadah yang durasinya sangat lama, sepanjang usia perkawinan maunya sih sampai maut. Jadi harus benar-benar nyaman dengan pasangan

    BalasHapus
  15. pengertiannnnnnnn.. ini doa yangs selalu aku panjatkan hehe. sebab beneran deh jika tidak ada saling pengertian maka jatuhnya saling menuntut atau saling cuek. nah lho.. bagus mbak artikelnya

    BalasHapus
  16. Taat itu nomor 1 sih. Kalau ini ada, lainnya pasti baik. Kan Allah minta kita berbuat baik ke pasangan.

    BalasHapus
  17. Insya Allah kita semua dimudahkan untuk mencapai kelima kriteria tadi dengan baik. Misalkan belum, ya pelan-pelan menuju ke sana. Niatkan menikah dengan niat baik, Insya Allah kita selalu dalam lindunganNya.

    BalasHapus
  18. betul penting banget semuanya ya mba, hal itu wajib ada saat menjadi pasangan, apalagi kalau untuk sebuah pernikahan wajib agar rumah tangga selalu rukun

    BalasHapus
  19. Sepertinya nomor 5 paling penting ya. Dengan adanya ketaatan maka suami/istri akan berusaha menjadi yang terbaik sesuai tuntunan agama.

    BalasHapus
  20. masyaallah ketaatan pada Allah itu kunci hubungan harmonis suami istri ya mba. Allah yang akan menjaga dan memperbaiki semuanya jika ada sesuatu.. semoga pernikahan kita selalu dijaga Allah

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan baik dan bijak. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak 🤗