Derisafriani.com - Lifestyle and Mom Blogger

Derisafriani.com mengulas tentang keseharian sebagai ibu, mencakup parenting, tips menulis, tips blog, kecantikan, makanan, buku, dan review produk.

5 Hal yang harus ada pada Pasangan

Posting Komentar

5 Hal yang harus ada pada Pasangan
5 hal yang harus ada pada pasangan ➖ Mencintai dan dicintai adalah sesuatu yang normal dalam kehidupan. Bertemu, berinteraksi kemudian tumbuh perasaan ingin lebih dekat, ingin lebih mengenal. Itu lah mengapa Tuhan memberikan rahmat dengan ikatan pernikahan. Sebagai wadah suci memenuhi hati dan hari-hari dengan sakinah (rasa tentram), mawaddah (cinta dan kasih), Rohmah (rahmat).

Tapi ternyata, pernikahan bukan hanya soal cinta dan bahagia, melainkan sebuah perjuangan panjang. Sudah seharusnya dua insan yang berkomitmen untuk menikah, memiliki visi dan misi pernikahan yang jelas. Meski jauh ke depan, namun satu pandangan dan satu cara menggapai semua impian tersebut, akan memuluskan perjalanan pernikahan nantinya.

Seharusnya, visi dan misi pernikahan bukan hal yang aneh. Apa lagi untuk muslim yang tujuan akhir kehidupan adalah akhirat. Terlebih karena memiliki tanggungjawab penerus generasi yang sholeh dan sholehah. Namun masih banyak yang abai, masih ada saja yang tidak menganggap kedua hal ini perlu.

Menikah ya menikah saja. Suami adalah pemimpin dan istri wajib patuh pada suami. Soal mau dibawa kemana pernikahan itu nantinya? Tidak masalah. Jalani saja, yang penting cinta. Sehingga banyak benturan yang kemudian dengan mudah memutuskan ikatan sakral pernikahan.

Setelah menikah lalu apa? Saling mengenal satu sama lain. Saling memahami, memaafkan dan mengingatkan pada kebaikan. Secara umum, demi kelanggengan pernikahan, 5 hal wajib ini harus ada pada pasangan. Nomor 5 paling utama.

1. Pengertian

Bahasa halusnya mau memahami satu sama lain. Kalimat "Aku ngerti kamu" Akan lahir jika seseorang mau berusaha untuk memahami duduk persoalan. Mau berpikir dan ikut merasakan perasaan seseorang dengan pola pikir dan cara pandang yang berbeda.

Hal ini akan sangat sulit dilakukan bagi seseorang yang bahkan tak mampu mengendalikan rasa egoisnya. Selalu berpikir berpusat kepada AKU. Memang memahami seseorang, terlebih pasangan hidup bukan hal gampang. Akan tetapi jika sama-sama mau menjauhkan ego, rasa pengertian akan menjadi kunci penyelesaian dalam banyak persoalan antar pasangan.

2. Kepedulian (empati)

Ada pasangan yang melupakan rasa kepedulian (empati) satu sama lain. Entah karena sibuk, atau masing-masing mengklaim diri sebagai orang yang cool. Tapi menurut saya, se-cool apapun orang, kalau sudah berkaitan dengan peduli dan empati, seharusnya bisa menjadi hangat. Karena setiap manusia punya hati nurani.

Kepedulian dan rasa empati yang saya maksud adalah mau memahami kesulitan suami atau istri dalam menjalani perannya masing-masing.

Suami lelah bekerja di luar rumah, sudah seharusnya istri menyambut dengan senang hati, menyiapkan semua kebutuhannya hingga ia merasa nyaman di rumah. Rumah adalah tempat terbaik untuk pulang.

Begitu juga ketika istri kerepotan mengurus anak atau tengah kelelahan merapikan rumah. Alangkah baiknya jika suami turun tangan membantu. Sesungguhnya tidak ada pekerjaan yang terkotak-kotak: tugas suami, tugas istri dalam mengurus rumah tangga. Karena kapal itu milik berdua dan harus diurus berdua pula.

Saya sering tidak habis pikir melihat lelaki yang merasa alergi, merasa jatuh harga diri jika membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Padahal di mata saya, lelaki yang demikian malah lebih pantas disayang dan dihormati.

Ada lagi yang tidak mau mengurus saat pasangan sakit. Lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan lain, misalnya. Padahal momen pasangan sakit, adalah saat yang paling tepat menunjukan rasa empati dan kepedulian.

3. Kasih sayang

Hidup bersama bertahun-tahun, tidak bisa menjadi parameter teguhnya ikatan cinta dan kasih sayang pasangan. Karena ternyata, ada pasangan yang hanya bertahan demi ini dan itu: untuk anak, untuk kelangsungan hidup, menjaga pandangan dan penilaian orang lain. Dasar yang hambar sekali.

Kasih sayang itu harusnya sesuatu yang tak lekang dalam kehidupan pernikahan. Kasih sayang harusnya tak luntur sebagaimana ikrar janji suci pernikahan.

4. Kegigihan

Kegigihan ini berkaitan dengan kegigihan mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Termasuk kegigihan dalam berjuang mencari nafkah. Bagaimanapun suami adalah tulang punggung bagi istri dan anak.

Sementara untuk perempuan, kegigihan untuk membantu menambah penghasilan juga tidak salah. Asal tetap melakukan kewajiban dasar sebagai istri dan ibu.

5. Ketaatan

Dari empat hal yang saya bahas pada poin sebelumnya, KETAATAN adalah kunci segalanya.

Baca juga: Kolektif Advokat, Solusi Pengaduan Kekerasan Seksual oleh Justitia Avila Veda

Saya menginginkan pasangan saya taat kepada Allah SWT. Sejak awal menikah itu sudah menjadi kriteria utama saya. Dimulai dengan yang benar, dijaga dengan baik dan berakhir pada yang tepat pula.

Jika lelaki taat, maka ia akan belajar semua hal yang tidak ia tahu. Bagaimana mencintai pasangan, bagaimana mendidik anak, bagaimana Islam mengajarkan semuanya secara lengkap dan mendetail.

Jika perempuan taat, ia akan menjadi ibu yang sholeh. Taat pada suami yang sholeh. Menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya. Sungguh, ketaatan adalah sumber kesejiwaan dalam pernikahan. Penentu visi dan misi yang satu.


Semoga kita menjadi orang-orang yang taat kepada Allah SWT. Sehingga diberi nikmat pernikahan yang berakhir pada syurgaNYA. Aamiin.

Related Posts

Posting Komentar