Tags

Random Posts

randomposts

Recent Posts

recentposts

Tugas SBDP Kelas 2 SD : Membuat Jam Kertas

Posting Komentar

Tugas keterampilan

Tugas SBDP Kelas 2 SD : Membuat Jam Kertas ➖ Dulu saat Almira dapat tugas keterampilan, selalu saja saya yang pusing. Mulai dari mencari bahan, membantu konsep, sampai pada mengerjakan 🤦‍♀. Maklum, sejak masuk SD belum pernah sekolah sebagaimana mestinya. Belum kenal kelas, guru bahkan teman-teman satu kelas secara langsung. Sekolah daring yang baik dari pihak sekolah, guru dan ibunya ini masih meraba-raba dan menyesuaikan diri.

Bersyukur di kelas 2 ini sudah mulai tatap muka tiga kali seminggu. Betapa bahagianya saya dan betapa semangatnya dia. Tentu terbukti dari keseriusannya menghadiri sesi kelas. Menyiapkan pakaian sekolahnya sendiri (termasuk menyetrikanya). Menyiapkan buku dan perlengkapan yang harus dibawa esok hari hingga mengerjakan PR dan tugas lainnya semacam Tugas Keterampilan membuat jam dari kardus bekas ini.

Sejujurnya kadang saya merasa kurang perhatian pada anak ketiga saya ini. Melihat kemandiriannya menghadirkan sedih di relung hati, namun apa daya, dia punya dua adik usia 2,5 tahun dan 6 bulan. Mau tidak mau dia harus mampu. Waktu saya banyak tersita mengurus kedua adiknya.

Seperti PR kali ini, saya hanya membacakan tugas yang dikirimkan gurunya melalui pesan whatsapp (kebetulan dia tidak masuk saat tugas dibagikan, masih mudik). Tanpa banyak kata, ia segera mencari ide akan membuat jam seperti apa.

Saya perlihatkan contoh jam yang dimaksud oleh sang guru. Saya tunjukan juga beberapa foto di grup kelas, hasil karya teman-temannya yang sudah mengumpulkan tugas SBDP kelas 2 SD ini, dan dia langsung menyiapkan bahan sebagai berikut:

  • Mengambil kardus bekas sepatu yang kebetulan belum dibuang, dan meminta izin kepada saya untuk menggunakannnya.
  • Menyiapkan lem, gunting, kertas putih polos dan pensil sendiri. Dia bahkan harus bolak-balik ke rumah Ama (tante) nya untuk meminjam barang yang ia butuhkan. Saya hanya meminjamkan handphone sebentar untuknya mencari ide mau membuat jam seperti apa. Jatuhlah pilihan pada jam panda ini. Untuk ukuran lingkarannya, ia menggunakan mangkok besar. Memanfaatkan benda sekitar. 

Karena kelelahan--saya memang lebih cepat lelah sejak mengASIhi dua bayi ini--sayapun tertidur. Ketika bangun, hari sudah beranjak sore. Ma sha Allah..., jam hasil karyanya sudah jadi. Saya kagum pada kegigihannya. Fokus mengerjakan tugas dalam beberapa jam sendiri, dan diluar ekspektasi saya, semua serba cepat dan bagus.

Kalau dibandingkan dengan karya temannya yang lain, memang kalah jauh. Karena saya perhatikan, teman-temannya mencetak angka dengan di-print komputer. Sementara kami tidak memiliki printer. Butuh waktu pula jika akan mencetak di luar rumah. Bentuk jamnya unik dan ada beberapa yang menurut saya rumit. Tentu banyak membutuhkan bantuan orang tua. Sementara Almira mengerjakan tugasnya sendiri dari awal hingga usai.

Akan tetapi saya bangga. Sangat bangga pada Almira. Proyek ini benar-benar menunjukkan kemandiriannya. Kreativitas sendiri dengan segala usaha semaksimal yang ia mampu. Saya puji hasil karyanya berkali-kali, karena memang saya bahagia melihat hasil dan prosesnya.

Dia begitu bangga ingin segera mengumpulkan karyanya itu. Namun ketika ia pulang sekolah, ekspresinya terlalu 'kalem' untuk ukuran bangga. Sepertinya dia menyadari kalau karyanya tidak begitu 'waw' dibanding teman-temannya, dan entah bagaimana pula tanggapan gurunya di sekolah.

Saya tahu dia sedikit down. Segera saya lontarkan pujian, 

"Menurut Umi, jam Panda Mira bagus sekali. Untuk ukuran anak kelas 2 SD, sudah sangat kreatif. Umi bangga, apa lagi umi tahu Almira mengerjakannya sendiri. Tanpa bantuan umi, abi dan ayuk. Mandiri dan hasilnya maksimal." Saya peluk dia.

Bukan hasil yang diperlukan, tapi proses yang memberi pembelajaran, demikian pandangan saya dan yang ingin saya tanamkan kepada Almira. Tetaplah semangat, Nak! Umi mendukungmu dalam setiap usaha sesuai rules yang seharusnya. Wajib mengutamakan kejujuran dan kemandirian dalam segala hal. Meskipun meminta pertolongan dalam keadaan tertentu bukanlah suatu cela.

✨Tetaplah bahagia✨

Related Posts

Posting Komentar


Kumpulan Emak-emak Blogger

Forum Lingkar Pena Palembang

Blogger Palembang Kumpul

Palembang Beauty Blogger