5 cara menaikkan followers

 

Apa yang didapat secara INSTAN, akan hilang secara INSTAN pula. Kata orang, PROSES lah yang menentukan HASIL.

 

Dunia Instagram sebenarnya hal baru buat saya. Memang sudah lama bertahun-tahun lalu membuat akun. Tapi eksisnya di facebook. Twitter pun hanya membuat akun saja.

Bermula dari niat awal fokus ngeblog. Saya kemudian mengamati bahwa blogger-blogger hebat dengan jam tayang tinggi, hampir semua aktif instagram. Akhirnya saya memutuskan untuk mengenal instagram lebih jauh.

Bingung. Hal yang pastinya saya rasakan. Followers masih 500-an saja waktu itu. Dan kebanyakan tidak aktif. Karena memang teman-teman saya lebih banyak menggunakan facebook.

Beberapa bulan main instagram, saya kemudian melihat postingan orang-orang yang mempromosikan berbagai hal, termasuk produk. Saya cari infonya, ternyata ada istilah Influencer, yakni orang yang bekerja sama dengan Brand untuk membuat postingan, mempromosikan produk.

Saya mulai tertarik. Karena tidak hanya mendapat produk gratis, bisa juga punya penghasilan dari fee-nya. Mau dong dapat duit dari Instagram.


Baca juga: 4 Aplikasi untuk Influencer Instagram


Tapi, saya kemudian terbentur pada kenyataan: Brand butuh jumlah followers sekian dan sekian. Dan followers saya tidak memenuhi itu. Apa lagi menu swipe up yang akan sangat membantu dan menunjang pengembangan blog (fitur klik link), hanya dapat digunakan jika followers instagram lebih dari 10.000. Nyeseg kan ya. Apa lagi banyak penawaran job influencer yang juga mensyaratkan swipe up.

Saya kemudian fokus berusaha menaikkan followers. Banyak hal saya coba. Akan saya ceritakan pada postingan ini.


1. Awal sekali, saya mengikuti kelas optimasi Instagram WrC. Ilmunya lumayan banget. Belajar copywriting, merapikan feed, support like komen, hingga belajar live. Kalau kamu mau ikut kelas ini, bisa daftar ke saya ya.


2. Ikut follow for follow di Instagram

Jadi ini semacam kumpulan akun aktif yang berkomitmen untuk saling follow. Ada rulesnya, ada adminnya. Ada yang luar negeri dan ada yang khusus akun Indonesia saja. Beberapa kali ikut, saya sering dibuat kesal. Karena namanya banyak orang, ada saja yang tidak komitmen. Harusnya balance antara mengikuti dan yang diikuti, banyak akun yang curang dengan unfollow setelah follow.


Sementara untuk follow for follow Indonesia tidak jauh beda. Saat itu saya beberapa kali ikut sesi. Tapi sayangnya, peserta sedikit sekali bertambahnya. Jadi bisa dibilang tidak menambah followers.


3. Beli followers

Yups! Saya pernah iseng beli follower. 100 ribu janjinya dapat 10.000 followers campuran antara Indonesia dengan luar negeri. Wow! Seneng dong. Bisa swipe up. Hebatnya lagi, bisa up hanya dalam 24 jam saja 10.000 followers itu.


Benar adanya. Dalam 24 jam, followers naik jadi 10k. Saya sempat coba beberapa kali menu swipe up. Tapi... dalam 24 jam pula, 10.000 followers itu hilang tak berbekas! Apa saya merasa tertipu? Sebenarnya sih iya. Karena dia janji hanya berkurang sedikit. Nyatanya total bersih pemirsa πŸ˜…


Akan tetapi, saya sudah siap dengan risiko ini. Secepat bertambahnya, saya merasa ada yang 'tidak beres' di sini. Dan benar saja. Habis tak bersisa.


4. Menjadi Sponsor Giveaway

Kala itu, saya juga pernah ikut GA endors artis. Tidak dijanjikan bisa up berapa followers oleh management GAnya. Waktu itu tarifnya 300.000. Keep dua hari kalau gak salah. Proses up-nya lambat. Total dua hari itu followers bertambah 3.000 an. Tapi, setelah pengumuman pemenang dilakukan, mulailah unfollow besar-besaran terjadi. Kembali senyum pahit deh jadinya.


Ada sih Giveaway yang 'bagus' menurutku. Yaitu yang followers menetapnya memberi impact pada like, view dan komen postingan kita. Bisa dihitung organik juga jatuhnya. Ada seseorang yang ikut GA seperti ini, dan followers yang menetap memberi pengaruh baik.


Dari pengalaman semua itu, yang paling saya rekomendasikan adalah cara yang kelima: MENCARI FOLLOWERS ORGANIK


Caranya:

1. Perbaiki feed

Tampilan yang menarik dan rapi, tone warna yang apik, sharing hal yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh orang banyak.


Baca juga: 10 Template Gratis Instagram


2. Perhatikan insight

Lihat jangkauan story dan feed kita, tipe yang mana yang jangkauan dan interaksinya banyak? Bahkan ada data usia dan daerah rata-rata followers, untuk pertimbangan membuat feed yang menarik itu seperti apa. Ada juga jam puncak yang baik untuk ngepost. Intinya, amati dan belajar dari insight.


3. Jadi sponsor Giveaway atau mengadakan Giveaway sendiri.

Pastikan Management GAnya tepercaya dan sesuai dengan tema instagram kita ya. Misalnya fokus ibu dan anak, beauty, otomotif atau lainnya. Karena ini akan memengaruhi tipe followers kita nantinya. Kalau satu niche, diharapkan mereka tidak akan unfollow.


Untuk mengadakan GA sendiri, siapkan hadiah yang menarik dan promosikan. Saya juga bulan ini bakal ngadain GA. Hadiahnya set kosmetik Viva. Rencananya Up tanggal 15 Agustus 2020. Ikutan ya. Kalau ini sih, saya benar-benar niat ingin berbagi rejeki. Rencananya akan saya adakan GA setiap bulan untuk followers setia 😍


Kadang kita tidak perlu khawatir dengan jumlah followers. Karena banyak juga Brand yang lebih mementingan Engagement Rate Instagram dan kualitas postingan kita, dari pada jumlah followers. Keempat cara di atas, malah berdampak pada turunnya engagemen rate lho.


So, tetap semangat perbaiki kualitas. Maka kuantitas akan mengikuti πŸ₯°


Demikian 5 Cara Menaikkan Jumlah Followers Instagram menurut pengalaman saya. Semoga bermanfaat ya. Saya pun masih belajar.



32 Komentar

  1. Makasiy sharingnya mom, jadi semakin yakin ga mau ikutan yg instan 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups. Gak usah mbak. Lambat tapi baik aja deh.

      Hapus
  2. Jadi yang nomor 3 bisa di pake nggak? Tapi ttp saja yang namanya proses instan memang kurang efektif ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa. Naik kok 1k. Tapi ya itu tadi. Cuma buat sehari 😁

      Hapus
  3. Udah banyak pengalaman nih mba Deris. Kalau yang saya jalani saat ini baru ikut program follow-followan. Jika sudah selesai memang ada aja yang unfoll tapi g banyak.


    BalasHapus
  4. Wah Mantap sangat Menginspirasi,

    Saya juga uda benar-benar putus aja untuk menaikan Follower, kyaknya sangat sulit dari dulu cuma 500 biji doang haha

    BalasHapus
  5. live ini yang belum aku lakukan. ntar kapan2 deh, dicoba.

    BalasHapus
  6. Wkwk beli followers zonk ya mba ternyata, gak rekomended nih ya biarpun instan dalam semalem lgsg nambah?

    BalasHapus
  7. Saya malah berharap folower saya turun segera. Sampai 10 K lah lebih dikit ga apa. Soalnya semakin besar folower kalau interaksi kecil ya engagement juga kecil ya...

    Er saya saat ini 2. Bisa sampai tiga bahkan empat, kalau interaksi tetap dan folower sekitar 10k aja

    BalasHapus
  8. mencerahkan, mengingatkan nih quotesnya "PROSES lah yang menentukan HASIL"

    BalasHapus
  9. aku ko belum optimasi akun instagram, perlu belajar nih

    BalasHapus
  10. haduuh, gemess banget pasti ya Mbak, udah bayar lumayan tapi followersnya gak bertahan, hmmm parah deh ya.

    BalasHapus
  11. aku jg ikut kelan instagram organik, ya namanya organik emang ga instan. kalau beli belum pernah khawatir akun bodong

    BalasHapus
  12. Big NO NO saya ikutan follow to follow yang luar negeri. Engagement-nya sedikit, unfollow-nya banyak. Saya kayak Mbak Deris juga. Banyak uji coba main IG. Cuma karena saya pernah ikut pelatihan Google, saya hindari beli followers. Saya lbh suka organik --kayak tanaman aja ya. Hehehe. Selain itu, beli follower itu engagement-nya juga ga banyak. Setuju sama Mbak, meningkatkan follower itu mending pelan, tapi hasilnya yang baik.

    BalasHapus
  13. sampai saat ini sih saya masih menggunakan nomor 5 mba, mencari follower organik, atau ikut follow for follow meskipun kalau ikut dari luar malahan banyak yang ga follback, tapi seru-seruan aja sih nambah teman baru yang lainnya

    BalasHapus
  14. Kadang suka nyesek dg fenomena jual beli follower
    Saya setuju dg poin2 yg Mbaa sebut biarlah proses dan usaha yg bisa menaikkan secara alami
    Saya masih 1000-an ini Mba Btw xixixi

    BalasHapus
  15. Ah benar ya mbak, buat kita yg org biasa gini., dpt folowers itu susah ya...
    Mantap tipsnya mbak, saya sih sudah coba semuanya, kecuali mengadakan gove away sendiri yg blm

    BalasHapus
  16. Miris banget mba bayar 100k cuma 24 jam aja. Memang agak ngeri sama jasa tambah followers itu. Tapi aku dengar ngga boleh ya sebenarnya pakai jasa begitu (dalam agama), entahlah aku belum ngecek lagi

    BalasHapus
  17. Udah gapernah lagi follow for follow. Ribettt. Apalagi kalo grupnya gede. Bentar aja pada unfoll, Huhu... esmosih jadinya. Skrg udah gak pernah ngeributin lagi berapa follower. Biarin ajalah. Wkwkwk

    BalasHapus
  18. Jadi inget pernah nyoba beli follower wkwk. Tapi bukan untuk instagram sendiri. Emang bener2 bisa raib dalam hitungan hari haha. Mba mau info dong kelas Wrc nya.

    BalasHapus
  19. Karena aku tipe orang yang ngefollow orang lain berdasarkan feednya yang rapi, jadi aku juga lagi belajar nih buat rapiin lagi feedku, hehehe

    BalasHapus
  20. Hampir sama dengan yang saya lakukan, nih. Tapi saya belum pernah beli follower, sih.

    Yes, yang paling realistis memang berproses dengan memperbaiki feed dan konten. Lebih lega jika konten yg kita bagikan bermanfaat dan like-nya karena kualitas konten kita.

    BalasHapus
  21. Setuju, Mbak. Memperbaiki konten itu salah satu cara ampuh menaikkan follower meski perlahan. Sama aktif juga berinteraksi di instagram.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi buat aku masih PR sih untuk membuat konten dan menaikkan engagement. Masih sering malesnya πŸ™ˆ

      Hapus
  22. Bisa pakai cara balas budi juga kak, misal tadinya sering like-like, terus berjalan terus ke saling follow apalagi ternyata satu komunitas blogger, itu juga bisa hehe

    BalasHapus
  23. Yang paling baik memang yang organik. Orang-orang follow kita karena menunggu konten kita. Kalau terpaksa, ujungnya memang jadi unfollow di kemudian hari. Followers sy sudah di atas 10k sejak bikin gambar-gambar. Tapi sampai sekarang belum mau menerima job dari situ. Masih dinikmati aja dan happy karena ternyata banyak orang menerima karya saya.. Masya Allah. Semoga jadi media berbagi kebaikan. Jika dari sana bisa menghasilkan ya Alhamdulillah..

    BalasHapus
  24. Ah jadi malu deh. Saya termasuk yang ikutan senyum pahit karena follower menurun huhu. Yang ngadain GA belom saya coba sih. Pengen nyobain juga nih

    BalasHapus
  25. Cara instan memang belum tentu hasilnya maksimal ya, Mba. Soal follower instagram kadang masa bodo, terkadang butuh juga biar bisa dapet job. Hehe....
    Memperbaiki feed dan konten memang hal yang dapat menaikkan follower dengan alami ya, Mba.

    BalasHapus
  26. Saya juga sudah pernah ikut cara2 di atas kecuali yang beli followers itu...

    Tapi ya emang benar nih.. paling aman dan bagus itu kalau kita bisa dapat followers organik.

    BalasHapus
  27. Content is the king sih mbak. Aku juga pernah ikutan giveaway, tapi nggak yang bikin langsung di atas 10K sih. Emang seneng bisa naik, tapi kalau nggk ada engagement kok ya percuma. Follower banyak tapi yang mau like, komen dan mantengin story-ku itu-itu aja. Rasanya kok lebih real kalau aku pakai organik aja.

    Follower naik itu mudah. Hanya saja sebagai influencer, yang dicari itu bukan cuma follower, tapi fans. Ini yang nggak bisa dibohongi.

    BalasHapus
  28. Setuju banget dengan kalimat penutup ya. Bahwa upayakan perbaiki kualitas, maka kuantitas akan mengikuti. Cara di atas saya udah pernah ikuti kecuali yg nomor satu dan tiga.

    BalasHapus
  29. Terima kasih infonya mbak. Saya juga sedang berusaha ikut kelas optimasi instagramm hehe

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan baik dan bijak. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak πŸ€—